Dik Izzul (Berjuang Melawan Kanker)
January 23rd, 2008 by fatihaccapellaFatih punya seorang adik. Dik Izzul namanya. Kalau sahabat bertemu dia, pasti akan spontan terucap namanya disertai haru biru.
Dik
Izzul adalah anak yang sangat sangat cerdas, aktif, optimis, selalu
tersenyum sangat menyenangkanlah kepribadiannya. Kalau sahabat ada di
dekat dia pasti tertular auranya.
Dia
selalu haus akan ilmu dan prestasi. Dari mulai menyanyi, membaca puisi,
tilawah dan masih banyak bidang yang lain yang ingin dia taklukan. Sebagai bagian dari perjalananya itu ada satu lemari besar penuh dengan piala terukir namanya.
Dengan kepribadiannya yang sangat menyenangkan itulah membuat teman-teman di SMPN
1 Godean menunjuknya sebagai KETUA OSIS.
Apa lagi coba yang kurang dari Dik Izzul?
Awal mula Fatih mengenal Dik Izzul adalah saat Fatih mendapat permintaan spesial yang unik.
Mas Ipar namanya, teman kita juga meminta Fatih
untuk menyemangati seseorang dengan
bernyanyi di hadapannya. Katanya
anak tersebut sangat suka dengan nasyid-nasyid dari Fatih. Mas Ipar memohon benar karena dia mau memberi kejutan
katanya.
Ketika kita datang
ke rumah Dik Izzul dan berbincang, kita merasa tidak ada yang perlu disemangati. Dengan
gaya
bicaranya, senyumnya, kata-katanya semua penuh semangat. Walaupun
cancer stadium 3 menyerangnya, tidak terlihat kerlip keputus asaan.
Ketika Fatih bernyanyi AnYTa dan Syukur di Masa Muda, Dik Izzul ikut
bersenandung, menggerakan badan dan tertawa bersama.
Cancer stadium 3 tidak mampu membendung cerianya Dik Izzul. Malah sore itu Fatih belajar banyak pada Dik Izzul apa itu arti perjuangan. Apa itu artinya doa. Apa itu artinya kepasrahan dan usaha. Beberapa di antara kita malah menitikkan air mata di sela tawa.
Dik Izzul…. Sore itu Fatih malah yang tersemangati.
Betapa
setiap hari Adik menahan sakit ketika cancer itu menyerang, betapa
setiap hari adik sedih melihat Ayah dan Ibu Adik mencari biaya kesana
kemari untuk menebus obat yang harganya 1 biji 200ribu dan Adik harus
meminum 4 butir setiap hari.
Adik tetap optimis….
Adik tetap tersenyum…
Minggu lalu Adik harus masuk ke RS Sarjito, karena cancer semakin tidak peduli dan
mengganas. Saat ini sudah ada di stadium 4 B, stadiumpaling tinggi.
Ayah dan Ibu Dik Izzul semakin pasrah. Adik juga belum tertangani
karena asuransi dan bantuan lain belum juga turun.
Kakak-Kakak di Fatih Family juga sedih, belum bisa berbuat banyak. Insya Allah kita mau mengadakan konser amal untuk Adik. Doakan ya Dik.
Kita
masih ingin mendengar tawa Dik Izzul, kita masih ingin mendengar
nyanyian Dik Izzul, kita masih rindu suara merdu Dik Izzul ketika
melantunkan Ayat Suci.